Maraknya Tawuran Di Masa Pandemi

    Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 hinggi kini memaksa masyarakat merubah pola kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru dengan mengedepankan protokol kesehatan. Misalnya pola belajar mengajar di seluruh sekolah, pandemi Covid-19 membuat siswa harus belajar di rumah mengantisipasi penularan Covid-19Dampak belajar di rumah yang berlangsung cukup lama mulai membuat sejumlah siswa bosan. Tawuran pelajar memang sejak lama menjadi penyakit di masyarakat, tetapi faktor lain seperti kejenuhan di masa pandemi bisa jadi penyebab pelajar mengaktualisasikan diri.

    Di masa pandemi yang memaksa siswa belajar di rumah, peran serta pengawasan orangtua sangat penting agar anak tidak keluar rumah.Belum lama ini, Polres Metro Bekasi Kota meringkus 38 pelajar SMK yang hendak melancarkan aksi tawuran di daerah Kranji, Bekasi Barat. Wijonarko menerangkan, puluhan pelajar ini berkumpul di satu tempat membawa senjata tajam dan menyetop bus menuju lokasi. Beruntung aksi tawuran dapat digagalkan, personel kepolisian dapat menghentikan bus dan membawa puluhan pelajar ke Mapolres Bekasi Kota.


"Jadi mereka keluar rumah janjian di satu tempat, sebelum itu melalui media sosial mereka juga janjian dengan lawan dari pelajar lain untuk tawuran," paparnya.


Personel kepolisian lalu melakukan penggeledahan terhadap puluhan pelajar SMK dan ditemukan senjata tajam diduga untuk melancarkan aksi tawuran.


"Kami melakukan pengeledahan, total ada 28 orang pelajar membawa senjata tajam berbagai jenis," paparnya.



Comments