Polusi Tak Terlihat Kawan!

Polusi Tak Terlihat Kawan!



       
        Pada suatu pagi aku bangun dari tidurku, ku ambil handphone ku yang telah menunjukan pukul 10.14. Jelas aku sudah telat untuk mengikuti seminar yang ada di gedung Puri Begawan. Ku ambil sepotong roti yang terletak di atas meja lalu ku makan di atas motor. Jalanan sangat macet dengan kendaraan bermotor, baik truk-truk besar sampai sepeda motor bebek. Asap-asap kendaraan yang hitam pekat sangat mengganggu penglihatanku.

     Pernafasanku pun ikut terganggung dengan asap tadi. Sesampai di Puri Begawan, dadaku terasa sakit dan nyeri. Setelah seminar, aku langsung pergi ke sebuah rumah sakit dekat dengan gedung tersebut karena rasa sakit yang kurasakan sudah semakin menjadi-jadi.

        Setelah diperiksa dokter, ternyata aku terkena penyakit paru-paru bronkitis karena asap kendaraan tadi. Aku dirawat di rumah sakit selama 2 bulan, dan harus melanjutkan ke tahap Operasi yang memakan biaya hampir 20 juta rupiah. Polusi yang tak terlihat saja bisa menyebabkan aku jatuh lumpuh. Padahal aku ini bukan seorang perokok. Untuk kalian diluar sana hati-hati berkendara, kenakan selalu masker dimana pun berada.

     

                     




           

Comments