Para Pemimpin Part 1

           
     Assalamualaikum wr.wb , Hallo semua Perkenalkan nama aku Syahran Yasyfi, biasa dipanggil Ocan sama temen temen deket. "Syahran" koo ke "Ocan"? Ko ganyambung? Iyaa jadi dulu tuh nama aku Chandra Kusuma, pas kecil tuh namaku sempet diganti sama papah jadi Syahran Yasyfi , yang artinya "2 Bulan yang Menyembuhkan" karna papa pengen aku jadi dokter kaya dia. Trus dulu pas kecil aku tuh kaya boboho gitu, gendut, putih, sipit, pokoknya mirip boboho banget deh.Alhasil tetangga-tetangga aku dulu tuh manggil aku dengan sebutan CanCan, tapi nama itu diganti sama kaka aku jadi Ocan karna takut dikira kami dari Tionghoa hahaha. Aku lahir di Bogor tanggal 5 januari 2002. Emang dari kecil udah di Bogor jadi yaaa lumayan fasih bahasa sunda. Orang-orang juga suka pada bilang "Orang Cina kok Sunda?" hahahaha. Aku tuh sipit-sipit gini karna aku keturunan Palembang dari papa aku dan Sunda dari mama aku.

     Jadi aku tuh mau cerita, aku dari SMP-SMA tuh suka banget sama yang namanya publik speaking, berkomunikasi sama orang banyak, hal-hal kaya gitu tuh yang numbuhin jiwa sosial di diri aku. Di SMA tuh aku sering banget ikut kegiatan-kegiatan yang berbau sosial, kaya santunan anak yatim, bakti sosial ke anak jalanan. Jangankan membeli baju baru, untuk makan sehari-hari aja mereka susah.

     Miris melihat keadaan negeri Indonesia ini. Banyak pejabat tinggi negeri yang seolah empati, peduli, memberikan bantuan dana sana-sini, tetapi ujung-ujungnya malah ingkar janji. Kita ambil contoh saat penanganan penyakit Covid-19. Dikutip dari perkataan Presiden Jokowi saat rapat bersama para menteri tentang anggaran negara. "Belanja kesehatan, itu dianggarkan 75 triliun, baru keluar 1,53% coba" Ujar Presiden Jokowi kepada para menteri kabinetnya, terutama menteri kesehatan. Keadaan sudah semakin memburuk, dimana-mana daerah sudah bukan red zone, tetapi black zone yaitu zona mati, dan uang yang dicairkan hanya 1,53%? menurut saya ini gila. Pengeluaran belanja negara pun menurut aku masih sangat kurang efektif dengan menambahnya kasus penyebaran Covid-19. 

     Apa yang ada di benak para pekerja-pekerja harian yang di PHK oleh kantor atau perusahaannya karna pandemi Covid-19 ini. Banyak orang yang sekarang jatuh miskin, gulung tikar karna usahanya ancur karena pandemi ini. Seharusnya para "Pemimpin" negeri ini memikirkan hal itu juga. Tidak hanya memikirkannya tapi juga memberikan aksi yang nyata kepada para korban PHK. Karna "Mereka" akan dimintai pertanggung jawaban di Akhirat oleh Allah SWT atas apa yang mereka pimpin.




Salam hangat dari Ocan!



Comments